Akankah David-Vlahovic Jadi Duet Terbaik Juventus? Pelatih Juventus, Igor Tudor, saat ini terletak di persimpangan jalur yang krusial. Timnya memanglah belum terkalahkan, tetapi terdapat permasalahan besar yang mengintai di balik rekor apik tersebut.
Lini serbu Sang Nyonya Tua nampak tumpul serta kesusahan menghasilkan kesempatan secara tidak berubah- ubah. Para striker mahal yang dihadirkan buat jadi mesin berhasil malah masih jauh dari ekspektasi.
Saat ini, suatu rencana radikal buat merombak formasi jadi opsi yang sungguh- sungguh dipertimbangkan. Tudor disebut- sebut siap berjudi dengan menduetkan 2 penyerang tengah sekalian di lini depan.
Tetapi, pemecahan ini tiba dengan harga yang tidak murah. Alasannya, terdapat bintang lain yang lagi bersinar yang bisa jadi wajib dikorbankan demi eksperimen taktikal ini.
Ironi di Balik Rekor Tidak Terkalahkan
Juventus sepanjang ini memanglah belum tersentuh kekalahan, suatu catatan yang sepatutnya membanggakan. Sayangnya, statistik impresif itu menutupi borok di zona serbuan mereka.
Dusan Vlahovic memanglah jadi top skor sedangkan, namun 4 golnya dicetak selaku pemain pengganti. Sedangkan itu, Jonathan David baru mengemas satu berhasil, serta Lois Openda apalagi belum rusak telur.
Suasana ini pasti jadi ironi untuk skuad yang sudah mendatangkan sebagian nama baru di lini serbu. Formasi 3- 4- 2- 1 yang diandalkan Tudor sepanjang ini belum sanggup mengoptimalkan kemampuan para juru gedornya.
Sinyal Pergantian dari Tepi Lapangan
Gagasan buat mengganti sistem game tidaklah semata- mata isapan jempol belaka. Igor Tudor sendiri telah sempat membagikan sinyal hendak mungkin tersebut.
Momen itu terjalin di menit- menit akhir laga kandang melawan AC Milan saat sebelum sela waktu internasional. Sehabis Kenan Yildiz ditarik keluar, Tudor secara pendek mengganti skema jadi 3- 5- 2.
Walaupun Jonathan David serta Lois Openda sempat bermain bersama melawan Borussia Dortmund, formasi dikala itu tidak betul- betul berganti. Alasannya, David diposisikan selaku gelandang serbu, bukan selaku striker murni.
Kemampuan Ledakan Duet Vlahovic- David
Bagi laporan media Italia, Gazzetta dello Sport, Igor Tudor saat ini sungguh- sungguh memikirkan pergantian sistem secara permanen. Opsi utamanya merupakan memainkan Kenan Yildiz pas di balik 2 penyerang tengah.
Skenario ini secara teori hendak membuat Juventus mempunyai kedatangan yang jauh lebih signifikan di sepertiga akhir lapangan. Duet Dusan Vlahovic serta Jonathan David diharapkan dapat jadi pemecahan atas sedikitnya berhasil.
Dengan 2 sasaran man di dalam kotak penalti, plus seseorang kreator di balik mereka, Bianconeri berharap dapat lebih buas. Ini dapat jadi kunci buat membuka keran berhasil para striker yang sepanjang ini macet.

Formasi Dikala Ini: 3- 4- 2- 1 yang Belum Optimal
Semenjak dini masa, Tudor memakai pola 3- 4- 2- 1 dengan Kenan Yildiz serta Francisco Conceição( ataupun pemain kreatif lain) di balik striker tunggal.
Tetapi, walaupun sistem ini membagikan penyeimbang antara pertahanan serta serbuan, Juventus nampak kesusahan menghasilkan kesempatan bersih.
Kenyataannya, Vlahovic yang baru 4 kali menjebol gawang lawan senantiasa melaksanakannya selaku pemain pengganti.
Sedangkan Jonathan David, yang tiba secara free pada masa panas kemudian, baru mencetak satu berhasil.
Bonus buruknya lagi, Loïs Openda belum mencatatkan berhasil sama sekali dengan seragam gelap putih.
Eksperimen Melawan Milan serta Dortmund
Isyarat pergantian telah nampak dikala laga kandang melawan AC Milan saat sebelum sela waktu internasional.
Dalam sebagian menit terakhir, Tudor mengubah formasi jadi 3- 5- 2, merendahkan 2 striker sejajar di depan.
Sedangkan itu, pada laga kontra Borussia Dortmund di bulan September, David pula bermain bersama Openda, tetapi lebih selaku gelandang serbu, bukan penyerang murni. Jadi, pergantian sistem belum betul- betul terjalin secara penuh.
Kelebihan Duet David–Vlahovic
1. Tekanan Ganda ke Pertahanan Lawan
2 striker tajam hendak memforsir bek lawan bekerja ekstra. David dengan kecepatan serta mobilitasnya dapat membuka ruang untuk Vlahovic, yang lebih kokoh secara raga serta klinis di kotak penalti.
2. Daya guna di Zona Final Third
Dengan 2 pemain no 9 sejati, Juventus dapat lebih beresiko di suasana umpan silang serta bola mati. Ini sesuai dengan style bermain Tudor yang menekankan agresivitas vertikal.
3. Tingkatkan Keyakinan Diri Striker
Duet ini berpotensi menghidupkan kembali naluri mencetak berhasil kedua pemain yang belum lama tampak frustrasi.
Baca juga: Prediksi Skor Irlandia Utara vs Jerman 14 Okt
Kekurangan serta Risiko
1. Korban di Zona Kreatif
Formasi baru ini dapat membuat pemain semacam Francisco Conceição ataupun Edon Zhegrova kehabisan menit bermain. Sementara itu Conceição jadi salah satu pemain sangat menonjol pada bulan Oktober.
2. Kerapuhan di Lini Tengah
Dengan 2 striker sejajar, Juventus wajib menaikkan satu gelandang bertahan buat melindungi penyeimbang. Maksudnya, kontrol di tengah dapat menurun bila lawan memencet.
3. Menyesuaikan diri Waktu serta Ritme
Vlahovic serta David belum memiliki koneksi yang terbukti. Membangun chemistry di antara 2 penyerang dengan style berbeda memerlukan waktu serta kesabaran. Menangkan hadiah besar bersama naga empire situs terbaik saat ini!
