Lisandro Martinez Buktikan Kualitasnya. Manchester United kembali menampilkan performa solid setelah Lisandro Martinez tampil gemilang menghadapi Newcastle. Kemenangan ini jadi fakta kalau Setan Merah memiliki pejuang sejati di lini pertahanan.
Ruben Amorim kesimpulannya melaksanakan pergantian formasi jadi 4 bek, meninggalkan sistem 3 bek yang lebih dahulu digunakan. Keputusan ini membuat lini balik lebih normal serta melanda lebih efisien.
Patrick Dorgu tampak di posisi kanan dengan penuh yakin diri, mengejutkan pertahanan Newcastle. Gol kilat Dorgu membagikan momentum untuk United buat mengatur pertandingan walaupun kebanyakan laga diwarnai tekanan lawan.
Kedatangan Martinez terus menjadi menguatkan pertahanan serta membagikan ketenangan untuk rekan setimnya. Aksi gemilangnya di bermacam suasana krusial menampilkan kalau United saat ini kembali mempunyai wujud kunci di tengah lapangan.
Pergantian Formasi serta Dampaknya
Amorim pernah menolak mengganti formasi back three United, tetapi kali ini dia membiasakan strategi. Skema 4 bek yang diterapkan sukses menanggulangi tekanan Newcastle.
Posisi wing- back yang diganti jadi bek sayap berikan fleksibilitas untuk tim. Dorgu menyesuaikan diri dengan baik, ikut menolong serbuan ataupun pertahanan.
United pernah mengalami banyak tekanan sehabis Mason Mount cedera. Tetapi formasi baru membolehkan mereka bertahan dengan solid sampai peluit akhir.

Lisandro Martinez Jadi Kunci
Martinez membagikan kontribusi besar dalam melindungi lini balik. Tindakannya dikala mengalami serbuan Newcastle sangat berarti untuk kemenangan United.
Tidak hanya defensif, Martinez pula menolong membangun serbuan. Dia nampak membagikan dorongan moral untuk rekan setimnya lewat komunikasi serta aksi di lapangan.
Kemenangan ini jadi fakta kalau Martinez dapat jadi pengganti sedangkan Bruno Fernandes. Keyakinan diri tim bertambah berkat kedudukan vitalnya.
Lisandro Martinez Bikin Jamie Carragher Telan Ludah Sendiri
Sempat diragukan saat kedatangannya di Manchester United, Lisandro Martinez kini pun dapat menegakkan kepalanya.
Pemain berkebangsaan Argentina tersebut kini telah menjelma menjadi sosok penting di Manchester United dalam beberapa pertandingan terakhir.
Tak hanya itu, ia juga menjadi suksesor di balik kokohnya lini pertahanan Man United bersama dengan Raphael Varane.
Terbaru, keberhasilan Lisandro Martinez menjaga lini belakang Setan Merah terbukti saat mereka melawan Sheriff Tiraspol di Liga Eropa.
Menjadi pemain yang sebelumnya diragukan, kini ia bahkan dielu-elukan oleh para penggemar Manchester United.
Lawan Sheriff
Bahkan, saat pertandingan melawan Sheriff tersebut Lisandro Martinez mendapat nyanyian “Argentina, Argentina,” dari para fans United.
Situasi tersebut tampaknya direspons dengan baik oleh mantan pemain Ajax Amsterdam itu. Sang pemain bahkan mengaku sangat senang.
“Saya sangat senang dan sedikit terkejut dengan [cinta dari penggemar] itu, tetapi pada saat yang sama saya merasa sangat bangga. Datang ke sini ke klub terbaik di dunia dan orang-orang berkata, ‘Argentina, Argentina’, bagi saya itu luar biasa,” kata Martinez dilansir dari Manchester Evening News.
Merujuk pada Laws of the Game IFAB yang dipublikasikan melalui laman resmi IFAB, sentuhan tangan dinyatakan sah apabila bola lebih dahulu mengenai bagian tubuh pemain sendiri, seperti dada atau kepala, sebelum memantul ke tangan atau lengan. Ketentuan ini berlaku terutama ketika jarak antara sumber bola dan pemain sangat dekat.
Aturan yang sama juga menekankan pentingnya faktor jarak dan waktu reaksi. Bola yang datang dari jarak sangat dekat dinilai tidak memberikan kesempatan yang cukup bagi pemain untuk menghindari kontak.
Baca juga: Rp537 Miliar Perlu Dibayar Atletico Madrid
Sentuhan Tangan
Dalam kondisi tersebut, sentuhan tangan dianggap sebagai situasi yang tidak disengaja. Selain itu, posisi tangan turut menjadi pertimbangan utama.
Tangan yang berada dalam posisi alami untuk menjaga keseimbangan tubuh saat bergerak atau berduel tidak serta-merta dianggap sebagai upaya memperbesar area tubuh secara tidak wajar. Penilaian ini membedakan antara gerakan refleks dan tindakan sengaja.
Mengacu pada penjelasan resmi IFAB, pelanggaran handball baru dapat dikenakan sanksi apabila pemain secara aktif menggerakkan tangan ke arah bola atau dengan sengaja menggunakan tangan untuk menghalau laju bola. Tanpa adanya unsur tersebut, wasit berhak melanjutkan permainan.
Dengan berpedoman pada regulasi IFAB tersebut, keputusan VAR yang menyatakan Lisandro Martínez tidak melakukan handball dinilai selaras dengan aturan permainan. Insiden itu memenuhi unsur pengecualian handball sebagaimana tercantum dalam Laws of the Game.
Oleh karena itu, wasit Anthony Taylor memutuskan tidak memberikan penalti dan laga tetap berjalan tanpa sanksi. Ayo menangkan hadiah besar bersama empire88 link gaming resmi dan terpercaya hari ini!
